Senin, 15 Maret 2021

BUKU FIKSI DAN NONFIKSI


PERTEMUAN 3

A.     KOMPETENSI DASAR

3.7  Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan cerita pendek atau kumpulan puisi) dan satu buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca.

4.7  Menyusun laporan hasil diskusi buku tentang satu topik baik secara lisan maupun tulis.

 

B.     TUJUAN

Dengan mendengarkan atau membaca buku fikis atau nonfiksi siswa mampu

1.      Menentukan unsur kebahasaan dan unsur-unsur penting lainnya dari isi buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca dengan cermat.

2.      Memberikan tanggapan terhadap buku fiksi atau nonfiksi yang dibaca dengan tanggung jawab.

 

C.      MATERI

UNSUR BUKU FIKSI DAN NONFIKSI

1.     Unsur kebahasaan

Ketika membaca buku, baik buku fiksi maupun nonfiksi, harus dipahami makna kata-kata atau kalimat-kalimatnya agar mendapatkan informasi yang ada di dalamnya. Adakalanya akan ditemui kosa kata baru yang masih jarang digunakan. Untuk buku fiksi, adaklnya akan ditemui ungkapan-unkapan yang menarik. Untuk itu, ungkapan termasuk dalam unsur kebahasaan.

Ungkapan adalah kata atau kelompok kata yang bersusunan tetap dan memiliki makna kias. Contoh: panjang tangan, besar kepala,  ringa tangan, dan sebagainya. Contoh dala penggalan teks fiksi sebagai berikut.

……………………….

Baru saja Sutan Duano selesai berkata, tiba-tiba laki-laki itu mengangkat kepalanya. Lantunan cahaya lampu di wajahnya bertambah marak, tapi air mukanya gelap

........................

(Dari roman: Kemarau, karya; A.A. Navis)

 

 

Ungkapan air muka yang terdapat dalam kutipan teks tersebut memiliki makna yang berbeda dengan kata air hujan. Jika air hujan berarti air yang turun dari langit setelah melalui dari berbagai proses, sedang air muka bermakna raut muka seseorang.

 

2.     Unsur lain

a.      Unsur buku fiksi

1)     Tema

2)     Tokoh

3)     Latar

4)     Alur

5)     Gaya bahasa

6)     Amanat

 

b.     Unsur buku nonfiksi

1)     Sampul buku (cover)

2)     Judul bab dan subbab

3)     Isi

4)     Bahasa yang digunakan

5)     Sistematika penulisan

 

3.     Tanggapan terhadap Buku Fiksi dan Nonfiksi

Memberikan tanggapan terhadap isi buku fiksi maupun nonfiksi dapat dilakukan dengan mengomentari unsur-unsur dari buku tersebut. Unsur-unsurnya sesuai yang telah disebutkan pada penjelasan sebelumnya. Dalam menyajikan tanggapan terhadap isi buku fiksi atau nonfiksi dapat dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan terhadap unsur-unsur buku tersebut dan jawaban dari pertanyaan tersebut dapat dibangun menjadi komentar terhadap isi buku.

Adapun contoh tanggapan terhadap salah satu unsur buku fiksi seperti berikut.

Judul Buku     : Cewek Smart

Pengarang      : Ria Fariana

Tanggapan     :

Secara umum, buku ini berisi dasar-dasar menjadi seorang perempuan yang sholeha. Bagaimana sih menjadi perempuan yang cerdas sesuai syariat? Apa perlu perempuan itu harus centil? Kita enggak perlu yang namanya pacaran. Semuanya bermuara pada sejumlah nasehat sederhana dan praktis yang dapat membantu untuk menyikapi suatu permasalahan. Buku ini mampu membantu menyadarkan remaja perempuan untuk bersikap sesuai syariat Agama Islam.  Dengan membaca buku ini, kamu dapat merenungkan mana yang seharusnya dilakukan dan yang tidak dilakukan. Di buku ini terdapat banyak kata-kata bijak seperti “Islam mendorong perempuan untuk cerdas agar ia tidak mudah dibodohi oleh siapapun”.


 

Senin, 08 Maret 2021

BUKU FIKSI DA NONFIKSI


PERTEMUAN 2

A.     KOMPETENSI DASAR

3.7  Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan cerita pendek atau kumpulan puisi) dan satu buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca.

4.7  Menyusun laporan hasil diskusi buku tentang satu topik baik secara lisan maupun tulis.

 

B.     TUJUAN

Dengan mendengarkan atau membaca buku fikis atau nonfiksi siswa mampu

1.      Membuat peta konsep dari isi buku fiksi dan nonfiksi yang dibaca  dengan cermat.

 

C.      MATERI

UNSUR BUKU FIKSI DAN NONFKSI

 

PETA KONSEP BUKU FIKSI DAN NONFIKSI

Saat kalian membaca buku fiksi maupun nonfiksi, pasti kalian memperhatikan isi atau informasi yang ada di dalamnya. Ketika kalian ingin menentukan pokok informasi yang ada di dalamnya, kalian bisa membuat peta konsep. Hal ini bertujuan untuk memudahkan kalian mengingat atau memahami inti informasi yang ada di dalam buku fiksi atau nonfiksi.

Isi buku fiksi dan nonfiksi pada umumnya terdiri atas beberapa bab. Setiap bab berisi informasi yang berbeda-beda. Dari masing-masing bab, biasanya juga terbagi dalam subbab-subbab. Dengan membuat peta konsep, informasi akan lebih mudah dipahami saat disajikan dalam bentuk peta konsep.

Peta konsep adalah suatu gambar yang memaparkan struktur konsep, keterkaitan antarkonsep, dari suatu gambaran yang menyatakan hubungan bermakna antara konsep-konsep dari suatu pelajaran. Akan tetapi, untuk buku-buku cerita semacam novel atau buku kumpulan cerpen/dongeng, akan lebih mudah dipahami jika disajikan dalam bentuk bagan alur. Dengan begitu rangkaian cerita yang ada pada buku itu akan lebih jelas dan mudah dipahami.

  

CONTOH PETA KONSEP BUKU FIKSI


 

Pada setiap bagiannya itu, kemudian diisi dengan catatan-catatan ringkas. Misalnya, pada bagian pengenalan: (1) apa yang disampaikan pengarangnya, (2) gambaran tentang tokoh siapa, dan (3) di mana cerita itu bermula.

Pada bagian pengenalan peristiwa, perlu dicatat tentang latar belakang masalah yang dihadapi tokoh utamanya. Pada bagian konflik, diceritakan masalah yang dialami tokoh utama, penyebab, dan reaksi yang dilakukan tokoh tersebut.

 

CONTOH PETA KONSEP BUKU NONFIKSI

Peta konsep dapat disajkan dalam bentuk tabel atau bagan.






UJI KOMPETENSI

1.    Bacalah satu buku fiksi atau nonfiksi (cerpen/novel) yang kalian miliki! Kemudian, buatlah peta konsep atau alur buku fiksi yang kalian baca! 

2.    Kirimkan hasil kerja kalia melalui link berikut

        8A    https://forms.gle/knkqFoYRFAdNdBKs6

        8B    https://forms.gle/y7Bbt7BLJk9j7KRx7

        8C    https://forms.gle/2JteVopSqxBum3nG8

        8D     https://forms.gle/NYz6qFPFBNXyNVxx9




 


 

Senin, 15 Februari 2021

BUKU FIKSI & NONFIKSI


PERTEMUAN 1

A.     KOMPETENSI DASAR

3.7  Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan cerita pendek atau kumpulan puisi) dan satu buku pengayaan (nonfiksi) yang dibaca.

4.7  Menyusun laporan hasil diskusi buku tentang satu topik baik secara lisan maupun tulis.

 

B.     TUJUAN

Dengan mendengarkan atau membaca buku fikis atau nonfiksi siswa mampu

1.      Membedakan buku fiksi dan nonfiksi  dengan tanggung jawab.

 

C.      MATERI

MENGENAL BUKU FIKSI DAN NONFIKSI

Seringkah kalian membaca buku? Membaca merupakan salah satu kegiatan yang sering dilakukan, terutama oleh pelajar. Bacaan itu bisa berupa buku pelajaran, buku cerita, majalah, atau buku pengetahuan. Biasanya kita kenal dengan istilah buku fiksi dan nonfiksi. Membaca buku itu banyak manfaatnya, lho. Agar kita dapat merasakan manfaatnya, yuk kita pelajari lebih lanjut tentang buku fiksi dan nonfiksi.

Buku fiksi adalah buku yang berisi cerita. Isi di dalam buku ini ersiat imajinatif, tidak benar-benar terjadi dalam kehidupan nyata. Ide cerita berasal dari imajinasi penulis. Bahasa yang digunakan, sering menggunakan bahasa kias atau konotatif. Ada umumnya, buku fiksi ini dibaca untuk memeroleh hiburan. Buku yang termasuk dalam kategori ini adalah kumpulan dongeng, cerpen (cerita pendek), novel, drama, puisi atau kumpulan puisi, dan komik.

Buku nonfiksi adalah buku yang berisi kejadian sebenarnya. Apa yang disampaikan dalam buku nonfiksi itu benar-benar terjadi. Untuk itu, buku nonfiksi dibuat berdasarkan pengamatan dan data maka isi dari buku tersebut harus memiliki fakta-fakta sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Buku ini bersifat informatif. Bahasa yang digunakan biasanya bahasa denotatif atau bahasa yang lugas. Jadi pembaca dapat langsung memahami maksud dari isi buku. Oleh karena itu, buku nonfiksi sering dijadikan sumber informasi oleh para pembaca. Buku yang termasuk dalam kategori ini adalah buku pelajaran, karya ilmiah populer (makalah, artikel, jurnal penelitian), biografi, atau autobiografi.

 

CONTOH BUKU FIKSI







 

CONTOH BUKU NONFIKSI







 


 

Senin, 01 Februari 2021

TEKS PERSUASIF 4


PERTEMUAN 4

A.     KOMPETENSI DASAR

3.5 Menelaah  struktur  dan  kebahasaan teks   persuasi   yang   berupa   saran, ajakan,   dan   pertimbangan   tentang berbagai permasalahan aktual (lingkungan   hidup,   kondisi   sosial, dan/atau keragaman budaya, dll) dari berbagai  sumber  yang  didengar  dan dibaca.

4.5 Menyajikan    teks    persuasi    (saran, ajakan,   arahan,   dan   pertimbangan) secara     tulis     dan     lisan     dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan.

 

B.     TUJUAN

Dengan mendengarkan atau membaca teks persuasi siswa mampu

1.      Menulis teks persuasif sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan dengan cermat.

 

C.     MATERI

MENULIS KEBAHASAAN TEKS PERSUASI

Teks persuasif adalah teks yang berisi tentang bujukan atau ajakan kepada pembaca agar melakukan sesuatu sesuai yang diinginkan oleh penulis. Saat menulis teks persuasif, ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Langkah-langkah tersebut  seperti berikut.

1.      Menentukan tema

Langkah awal dalam menulis teks tentunya menentukan tema. Hal ini bertujuan agar pokok bahasan dalam teks tidak melenceng pada persoalan lain. Penulis fokus membahas pada tema yang ditentukan.

2.      Membuat kerangka

Kerangka dibuat dengan cara menentukan kalimat utama atau ide pokok tiap paragraf. Setiap paragraf terfokus pada satu hal agar pembaca mudah memahami isinya.

3.      Mengembangkan kerangka

Kerangka yang telah ditentukan kemudian dikembangkan menjadi karangan utuh. Tiap kerangka yang terdiri atas kalimat utama tersebut diberi kalimat-kalimat penjelas yang relevan.

4.      Menyunting

Setelah kerangka dikembangkan menjadi teks utuh, bacalah teks tersebut. Jika ada kata atau kalimat yang kurang tepat, perbaiki agar lebih mudah dipahami. Begitu pula dengan tanda bacanya agar tidak merubah maknanya.

 

Selain langkah-langkah yang telah disebutkan, saat menulis teks persuasif juga harus memerhatikan struktur dan kaidah kebahasaan yang telah dipelajari. Hal ini bertujuan agar teks persuasif bisa ditulis secara runtut dari pengenalan tema hingga penegasan. Isi atau ajakannya juga lebih mudah diterima oleh pembaca.

 

UJI KOMPETENSI 4 TEKS PERUASIF

1.      Buatlah sebuah teks persuasif 4 paragraf!

2.  Teks perusasif ditulis dengan tema “menjaga kebersihan untuk menghindari covid-19”           

3.      Hasil tugas dikirimkan melalui link berikut

8A    https://forms.gle/knkqFoYRFAdNdBKs6

8B    https://forms.gle/y7Bbt7BLJk9j7KRx7

8C    https://forms.gle/2JteVopSqxBum3nG8

8D    https://forms.gle/NYz6qFPFBNXyNVxx9



 

Senin, 25 Januari 2021

TEKS PERSUASIF 3


PERTEMUAN 3

A.     KOMPETENSI DASAR

3.5 Menelaah  struktur  dan  kebahasaan teks   persuasi   yang   berupa   saran, ajakan,   dan   pertimbangan   tentang berbagai permasalahan aktual (lingkungan   hidup,   kondisi   sosial, dan/atau keragaman budaya, dll) dari berbagai  sumber  yang  didengar  dan dibaca.

4.5 Menyajikan    teks    persuasi    (saran, ajakan,   arahan,   dan   pertimbangan) secara     tulis     dan     lisan     dengan memperhatikan struktur, kebahasaan, atau aspek lisan.

 

B.     TUJUAN

Dengan mendengarkan atau membaca teks persuasi siswa mampu

1.      Mengidentifikasi kaidah kebahasaan teks persuasif dengan tepat.

 

C.     MATERI

KAIDAH KEBAHASAAN TEKS PERSUASI

Teks persuasif memiliki beberapa kaidah kebahasaan yang membedakannya dengan teks yang lain. Kaidah kebahasaan tersebut dijelaskan seperti berikut.

1.      Menggunakan pernyataan-pernyataan yang mengandung ajakan, imbauan atau dorongan. Dalam kalimat tersebut menggunakna kata harus, seharusnya, hendaknya, sebaiknya, janganlah, dan kata bujukan lainnya.

2.      Menggunakan kata ganti kita.

Penggunaan kata ganti kita ini bertujuan untuk memberikan kesan yang kuat kepada pembaca. Seolah-olah penulis dan pembaca memiliki kepentingan yang sama.

3.      Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan.

Kata teknis yang digunakan harus relevan dengan tema yang dibahas. Misal yang dibahas tentang lingkungan, maka kata teknis yang bisa digunakan antara lain, ekosistem,  

4.      Menggunakan kata hubung argumentatif.

Kata hubung argumentatif adalah kata hubung yang meunjukkan Contoh kata hubung argumentatif adalah sebab, karena, jika, dengan demikian, akibatnya, oleh karena itu.

5.      Menggunakan kata kerja mental.

Kata kerja mental adalah kata kerja yang menunjukkan hasil dari aktifitas berpikir. Kata kerja mental, misalnya menduga, memperkirakan, memikirkan, menyimpulkan, berpendapat, berasumsi,…, dan lainnya.

6.      Menggunakan kata perujukan.

Kata perujukan yang biasanya digunakan, seperti berdasarkan pendapat…, merujuk pada data …, dan lainnya. Kata perujukan ini berfungsi untuk memperkuat pendapat atau bujukan penulis yang disampaikan dalam teks persuasif.

7.      Terdapat kalimat yang menunjukkan fakta dan pendapat.

 

UJI KOMPETENSI 2 TEKS PERUASIF

1.      Buatlah kelompok secara berpasangan dengan temanmu!

2.      Bacalah kembali teks persuasif berikut dengan cermat!

WASPADA BENCANA ALAM DI KAWASAN CINCIN API

Indonesia terletak di tengah-tengah zamrud khatulistiwa yang memberikan banyak kelebihan. Tanah di sini subur, hampir semua tanaman produktif yang diminati pasar konsumsi dapat tumbuh di sini. Namun dibalik keunggulan itu terdapat risiko yang harus dihadapi pula jika membicarakan letak geografis kepulauan republik Indonesia.

Wilayah negara kita juga berada di wilayah yang dikenal dengan nama ring of fire atau cincin api. Ring of fire adalah wilayah pusat gempa dan gunung berapi yang melingkari Samudera Pasifik. Ya, Indonesia dilingkari oleh wilayah tersebut. Sehingga meskipun gunung berapi memberikan kita tanah yang subur, risiko bencana alam yang kita hadapi juga lebih besar.

Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban bagi kita semua, sebagai masyarakat yang berada di wilayah geografis cincin api ini untuk selalu waspada dan memiliki kesiapan untuk menghadapi berbagai bencana alam yang rentan melanda rumah kita.

Pertimbangannya banyak melibatkan berbagai pendapat yang sebetulnya sudah diutarakan oleh berbagai pihak. Baik pihak ahli dari lembaga penelitian dari berbagai universitas maupun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia. Contohnya bagaimana BMK rutin menggelar forum informasi cuaca iklim dan gempa bumi.

Bahkan di beberapa daerah yang memang memiliki histori patahan gempa yang cukup berisiko tinggi mereka akan menyosialisasikan perihal antisipasi gempa dan bencana alam pada warga sekitar yang tinggal di zona rawan. Misalnya, seperti di kawasan Lembang dan Cimahi, Jawa Barat di mana di sekitar sana terdapat patahan Lembang yang merupakan patahan geser aktif dan berpotensi menghasilkan gempa yang dahsyat.

Pengusaha, perusahaan dan berbagai lembaga komersial lainnya pun selalu diminta untuk mematuhi protokol keamanan dalam membuka usaha di kawasan dengan risiko bencana. Caranya adalah dengan membangun bangunan anti gempa, memiliki kawasan berkumpul bencana, dan menyediakan berbagai pintu, tangga, dan peralatan antisipasi bencana lainnya.

Rasanya sudah sangat wajar kalau kita harus ikut berperan dalam mengantisipasi menghadapi risiko bencana ini. Pemerintah mungkin sudah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan kita, tetapi kita juga harus mampu secara mandiri mempersiapkan berbagai hal yang tak terduga.

Siap dan tanggap terhadap bencana alam adalah suatu keharusan bagi kita semua sebagai pengarung cincin api dunia. Kita harus selalu melek akan berbagai informasi dan sosialisasi yang rutin diadakan oleh BMKG, mencoba mengaplikasikan bangunan anti gempa jika mampu, dan memilih kawasan yang cenderung lebih aman dan jauh dari patahan aktif jika memungkinkan.

Sekali lagi, melek terhadap informasi mengenai bencana alam adalah peta kita untuk menjalani penjelajahan cincin api. Selalu bersiap, tanggap dan cermat terhadap risiko bencana alam adalah salah satu perlengkapan hidup kita di negeri yang subur namun tetap menyibak misteri kemarahan alam di dalamnya.

https://serupa.id/contoh-teks-persuasif-beserta-strukturnya-berbagai-topik/

 

3.      Tunjukkanlah kaidah kebahasaan yang ada dalam teks persuasif tersebut sesuai tabel berikut!

Aspek kebahasaan

 

Bukti kalimat

 

Bujukan

 

 

Pendapat

 

 

Fakta

 

 

Kata teknis

 

 

Konjungsi argumentatif

 

 

Kata kerja mental

 

 

Kata perujukan

 

 

Simpulan

 

 

 

 

 

 

4.      Hasil tugas dikirimkan melalui link berikut

8A    https://forms.gle/knkqFoYRFAdNdBKs6

8B    https://forms.gle/y7Bbt7BLJk9j7KRx7

8C    https://forms.gle/2JteVopSqxBum3nG8

8D    https://forms.gle/NYz6qFPFBNXyNVxx9

 

BUKU FIKSI DAN NONFIKSI

PERTEMUAN 4 (MATERI TAMBAHAN) A.      KOMPETENSI DASAR 3.7   Menilai isi dua buku fiksi (kumpulan cerita pendek atau kumpulan puisi) dan...